Jakarta (KABARIN) - Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan pihaknya akan menelusuri lebih jauh soal kasus pencemaran yang menimpa Sungai Cisadane di Banten.
"Untuk Cisadane segera, nanti saya dengan tim akan belajar," kata Arif usai menghadiri seminar di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis.
Arif menyebut sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah tim di lapangan untuk memahami kronologi dan kondisi sebenarnya dari pencemaran tersebut.
"Saya masih ingin memanggil dari tim yang sudah bergerak, seperti apakah case-nya, nah kemudian kita akan selesaikan segera," ujarnya.
Sebelumnya, pencemaran ini dilaporkan telah menyebar sejauh sekitar 22,5 kilometer mencakup Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Kasus ini bermula dari kebakaran gudang perusahaan pupuk yang membuat cairan pestisida mengalir ke Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane.
Akibatnya, berbagai jenis ikan seperti mas, baung, patin, nila, dan sapu-sapu mati akibat paparan bahan kimia tersebut.
"Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai. Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya," kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Rabu (11/2).
"Kami akan mendalami kasus ini melalui serangkaian pengujian laboratorium dan kajian ilmiah. Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup," ucap dia.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026